Mereka “cetar membahana”

Okee… Sebenarnya saya ingin sekali bercerita tentang mereka. Tetapi sayangnya tidak dalam waktu dekat ini. Ahhh… Padahal kepala saya sebenarnya sudah penuh sesak hingga ingin rasanya menuangkan sebagian darinya ke lapak usang ini. πŸ˜€

Suasana hati sedang asyik-asyiknya. Yaa… “Cetar Membahana”. Namun ternyata waktu yang belum memberikan kesempatan. Tugas kantor bertumpuk-tumpuk menjelang akhir tahun pelajaran. Dan semuanya menunggu untuk diselesaikan.

Well. It doesn’t be a big problem. Hanya tinggal dijalankan dengan baik. Insyaalah semua akan selesai dengan hasil yang baik pula. Amin.

Yupphh, dan karena saya sebenarnya sudah geli pengin segera posting, padahal ini sinar bola mata sudah begitu redupnya, saya share beberapa gambar dulu deh. Yaaa… Mereka memang selalu “Cetar Membahana” seperti petasan yang tak pernah ada ujung akhir sumbunya. πŸ˜€

Trio Enam A

Sebenarnya mereka saya ancam tidak boleh pulang sebelum mau saya foto *uppsss*

Rame - Rame

Kalau mereka jadi boyband, akan saya beri nama Primagama Juniors πŸ˜€

Rafi Arman

Rafi Arman S, kecil-kecil cabe rawit πŸ™‚

Enam C Oyeee

Dan akhirnya saya kalah ketika mencoba ikut bermain bersama mereka kemarin. Memalukan… Β -.-

Best friend forever

Dua sejoli yang tak pernah teringkari.. -.-“

Hmmmm...

Ini bentuk kedekatan guru dan murid yang … Eeerrrrrrrrr…. -.-

Rangga... >.<

Rangga selalu ingat Sparta bila saya masuk ke kelasnya, dan kemudian dia akan berpose seperti itu hingga saya berhasil meyakinkan dia bahwa Yunani itu beribukota di Athena

What a “rawrrrr” day…

Apa sih ini? Ada apa dengan seharian tadi? Dengan hari Jum’at yang selalu ku nantikan? Dengan waktu? Dengan keadaan? Ada apa dengan malam ini? Dengan mereka? Juga… Ada apa dengan ….. ku…..???

Pagiku seolah menjadi penanda awal ke-random-an yang dengan sukses membuat kepalaku berdenyut sampai saat ini. Tak seperti biasanya. Entah kenapa jarum jam di kamarku dengan seenaknya memasangkan diri di angka 06.20 WITA ketika mataku tak sengaja terbuka untuk yang kedua kalinya di pagi yang damai tadi. Alhasil, pagi yang seharusnya selalu ku tunggu, yang membawa udara baru, yang membangkitkan semangat baru untuk memulai hari istimewa yang kunantikan, berubah menjadi pagi yang kacau, random, berantakan. Rawwrrrr….

Akhirnya setelah membersihkan diri sekenanya, aku baru ingat untuk menghubungi rekan yang seharusnya datang 5 menit lagi untuk menjemputku menjalankan tugas negara bagian Bontang wilayah Jalan Bhayangkara no. 16 A. Akhirnya dengan nada panik kuminta rekanku itu untuk memberikan injury time supaya aku tidak tampil memalukan di TKP nanti (baca: berdandan).

Lagi-lagi sekenanya. Yang ada di pikiranku saat itu adalah nanti pasang senyum semanis mungkin. Supaya aura kehidupan yang masih belum lengkap tmenyatu dengan ragaku sebisa mungkin tersamarkan. Hmmmm….

Dan setelah merasa percaya diri bahwa performance pagi ini tidak seberantakan hati dan pikiran yang masih belum rapi sejak bangun tadi, akhirnya tugas negara pun kita jalankan dengan sukses. Tak ada masalah…

Tapi ternyata tidak sesukses untuk saat-saat setelahnya. Suasana yang…. -Ahhh. Harus dengan apa aku menyebutnya- membuat hati dan pikiranku yang perlahan mulai terbenahi sedikit demi sedikit menjadi kacau lagi. Seraut wajah suram yang setiap hari kusaksikan, entah kenapa hari ini terasa berlipat-lipat lebih menjengkelkan… Bisa tidak sih itu jangan ditekuk melulu mukanya. . .

Lalu entah kenapa tiba-tiba badanku pun seperti tak ingn kalah memberikan sensasi kekacauan. Tubuh gemetar, mata berkunang-kunang, dan kepala rasanya ingin kuperas sekencang-kencangnya hanya supaya terasa lebih ringan. Mungkin efek kopi yang kuharap bisa mengobati hawa dingin setelah bercengkerama sepagian dengan udara Bontang pasca hujan Subuh tadi… Ahhh… Ada apa ini???

Aku yang tidak pernah bisa menyembunyikan sebuah kepanikan, kekacauan, random dan istilah sejenisnya. Tidak terlihat secara eksplisit memang. Tapi efeknya bisa membuat segala hal yang aku lakukan menjadi ikut kacau. Tidak sesuai yang kuharapkan…

Seperti sore dan malam ini. Lagi-lagi kunikmati sensasi berkejar-kejaran dengan waktu. Sesuatu yang tidak akan pernah terasa menyenangkan bagi siapa pun. Sungguh…
Dan untuk malam ini rasanya tak ada lagi yang bisa kutulis untuk mengilustrasikan moment yang semoga merupakan akhir dari ke-random-an yang mewarnai hariku ini.