Resolusi 1 Januari

Matahari pertama 2014 bersiap untuk terbenam. Perlahan namun pasti mencoba bersembunyi di balik peraduan. Menyisakan warna jingga langit yang semakin lama semakin temaram. Indah… Namun, mencemaskan.

Gegap gempita menyambut bergantinya tahun telah usai. Tinggal semangat hari ini yang diragukan apakah esok akan turut lunglai. “Tahun Baru, Semangat Baru”  menjadi jargon yang bergema di sana sini. Padahal yang “baru” itu biasanya hanya berumur sehari. 

Lalu bagaimana dengan “resolusi” yang telah tereja? Apakah ia akan ikut terlupa karena perayaan tahun baru begitu cepat purna? Ahhh… Aku tak terlalu memikirkannya. Mencoba berbuat dan berusaha kiranya lebih baik daripada hanya sekedar melemparkan kata-kata. Namun toh menjadikan “target” sebuah pemicu pun sebenarnya juga tak ada salahnya. Semuanya sah. Tergantung setiap pribadi memaknainya.

Satu Januari ternyata tak lebih spesial daripada hari-hari lainnya. Justru setelah itulah ujian sebenarnya akan menyapa. Apakah konsistensi akan menyertai janji yang telah diucapkan di hari spesial sebelumnya? Atau sekali lagi hanya latah mengikuti ritual wajib namun tak tahu seperti apa makna sesungguhnya?

Sudahlah, lupakan! Bukan bermaksud merusak momen pergantian tahun yang sebentar lagi tinggal menjadi kenangan. Lalu menghitung hari kembali supaya bisa dipertemukan dengannya di tahun depan. Namun, hanya mencoba untuk mengingatkan diri sendiri bahwa setiap tahun, setiap hari, setiap menit, setiap detik adalah kesempatan. Dan tahun baru, hari baru menjadi semacam momentum supaya semangat yang hampir padam kembali dinyalakan.

Welcome 2014

Sekali lagi bilangan satuan tahun akan segera berganti. Hanya tinggal menunggu menit yang tak sabar dinanti-nanti. Satu detik berarti yang mengahruskan 2013 untuk beranjak pergi.

Happy New Year terpekik di seluruh penjuru bumi. Hanya masalah waktu saja dengungan itu akan terus bergema hingga seluruh penghuni planet ini bertemu dengannya dalam suasana yang berbeda-beda. Bersama tiupan terompet panjang yang memekakkan telinga. Bersama gebyar kembang api yang mewarnai angkasa. Atau pun bersama nyanyian hujan yang saat ini kunikmati dari sudut jendela.

Selamat datang kuucapkan kepada 2014 yang sebentar lagi tiba. Kepadanya kugantungkan harapan dan beribu asa dari lubuk jiwa. Bersama senyum cerah matahari yang hadir mengiringi, membersamai langkah menuju cita. Semoga kelak angan itu bisa terwujud di sela hari-harinya.

Welcome 2014

Happy 2013

Tujuh puluh menit lagi, saya akan memecahkan rekor untuk kesekian kalinya tidak tidur selama satu tahun. Oh My God!!! Semoga esok paginya kelopak mata ini tidak hitam seperti habis kalah main tinju. Hahaha, lebay. Nggak apa-apa lah ya. Perasaan dari kemarin edisi postingan saya beraura negatif terus. Sayang sekali kalau edisi tutup tahun juga ikut-ikutan kelabu. No Way… >.<

Nggak di Bontang, nggak di Solo sama saja. Hujan selalu setia menemani setiap pergantian tahun. Bersyukurlah kalian yang mengaharapkan setiap acara tahun baru berantakan karena kalian sendiri tidak bisa merayakannya. Betapa jahatnya. Hohoho…

Okee… Waktunya untuk remind moment-moment setahun yang lalu. Nge-list apa yang belum tercapai di tahun ini. Abis itu bikin resolusi buat tahun depan untuk dilupakan sehari kemudian. Haha… Amat sangat tidak berguna sekali. -.-

Anyway, tak ada yang spesial buat saya di malam pergantian tahun ini. Cukup ditemani dengan paket hemat pisang keju plus air putih untuk menghabiskan duaribuduabelas yang tinggal mengitung jam saja. Tak ada kekecewaan, hanya saja mungkin kebahagiaan yang kurasakan akan lebih terlihat saat bersama mereka yang saya sayangi. 🙂


Pisang Keju

Pisang keju pujasera tahap 6 BSD

Duaributigabelas yang dinanti-nantikan, yang sempat teragukan (ingat 21 Desember kemarin kan???) sebentar lagi tiba. Let’s us say “goodbye” to the beautiful 2012 and say “welcome” to the wonderfull 2013. Semoga segala cita-cita, harapan, impian, resolusi, keinginan, atau apa pun itu namanya bisa terwujud.

Happy New Year 2013