Area dewasa, upsss….

Menulis lagi. Mengesampingkan hasrat untuk segera menikmati alam mimpi. Ahhh… Saya selalu menyukainya. Memainkan jari-jari menjelajahi keyboard notebook tercinta. Yang semoga akan selalu baik-baik saja menemani saya di sini. Menghitung sekian hari hingga saya bertemu dengan mereka lagi nanti. 🙂

Dewasa…
Yaa, masih menyambung postingan saya sebelumnya. Tentang angkuhnya hati seorang wanita. Mungkin ini adalah topik yang akan selalu memunculkan persepsi berbeda dari setiap karakter yang ikut serta membicarakannya. Dan saya adalah salah satunya. Jadi, apa yang akan saya sampaikan di sini bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda pikirkan sekarang. Atau mereka.

Okay… Jadi, sebenarnya setelah menyampaikan opini saya tentang alasan “keangkuhan hati seorang wanita” kemarin itu, sang penanya pun masih belum terima. Lalu mengajukan sebuah pertanyaan lagi. -…Read More->

Angkuhnya hati seorang wanita

Hati perempuan mengapa angkuh betul???

Begitu kah? Perasaan hati saya baik-baik saja. Hehehe… Maaf, jika mungkin Anda sampai berpikir seperti itu karena sikap saya kemarin-kemarin. Upsss… Kan, jadi ge er saya. 😀

Namun setelah saya pikir-pikir, memang terkadang seringkali wanita itu terlihat angkuh. Menurut saya itu karena seorang wanita ingin diperjuangkan. Karena seorang wanita ingin tahu, seberapa besar usaha yang dilakukan seorang lelaki untuk mendapatkan hatinya. Aduh… Berat sekali ini ya topiknya. >.< Okey , ngga apa-apa lah ya, sekali-sekali serius sedikit (perasaan memang apa yang aku tulis selalu beraura serius, hehehe).

Dan mungkin, salah satu alasan lainnya mengapa seorang wanita terlihat begitu angkuh adalah karena ia menganggap seorang lelaki yang mendekatinya tidak cukup dewasa bagi dia. Ketika seorang wanita bertemu pria yang menurutnya dewasa, ia tidak akan punya alasan untuk bersikap angkuh. Ia hanya akan diam dan tertunduk malu setiap saat kesempatan membawa mereka berada pada dimensi ruang dan waktu yang sama. Karena seperti itulah seseorang yang diharapkan untuk memimpinnya kelak menyempurnakan ibadahnya.

Lalu ada lagi. Mungkin yang ini lebih pantas berada di cerita-cerita sinetron. Mengapa seorang wanita begitu terlihat angkuh? Yaa… karena ia tidak mau secepat itu mengakui bahwa sebenarnya ia mempunyai perasaan yang sama. Istilah frontalnya ya gengsi itu. Bisa jadi karean alasan-alasan tertentu yang akan membuat status sosialnya bisa tiba-tiba saja berubah drastis ketika ia mengikuti apa yang sebenarnya menjadi kata hatinya. Ahhh, mungkin yang ini terlalu rumit.

Untuk saya sendiri, mungkin alasan kedua lah yang bisa membuat saya berlaku demikian….