Finally I had to get there (Beras Basah)

Jarang – jarang punya waktu buat liburan seperti ini. Hari Minggu pun rasanya sekarang bukan “hariku” lagi.

Beras Basah. Yupphh. Akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk berkunjung juga. Setelah hampir setengah tahun pesonanya hanya bisa saya dengarkan dari cerita rekan – rekan yang pernah ke sana. Atau iseng – iseng mencari gambar di google image hanya sekedar untuk menebus rasa ingin tau saya.

Sekitar 10 menit perjalanan dari kos sampai Pelabuhan Tanjung Laut. Salah satu pelabuhan yang menyediakan akses untuk wisatawan mengunjungi Pulau nan eksotis tersebut. Kurang lebih 45 menit dengan perahu motor kecil yang banyak disewakan di sana. Akhirnya saya (bersama teman-teman lain tentunya. hehe) merapat di dermaga Pulau Beras Basah. Limaratus ribu rupiah untuk sewa kapal. Murah atau mahal itu??? Yaaaa… Relatif. Hihihi…

Dari kejauhan sebelum kita merapat di dermaga, Beras Basah sudah terlihat begitu mengagumkan.Jejeran pohon kelapanya, pasir putihnya, juga mercusuar yang menjadi salah satu daya tarik pulau tersebut. Ternyata memang pulau yang sangat kecil. Mungkin hanya akan muat sepuluh rumah jika ada seorang kontraktor yang berniat membuat deretan hunian di sana. Dan karena terlalu banyak orang yang datang berkunjung, pulau yang saya lihat di google image terlihat teduh, terasa menjadi penuh sesak setelah saya eksekusi dengan mata kepala saya sendiri. Apalagi sedikit pun tak ada nuansa syahdu yang sebenarnya ingin saya temukan di sana. Karena entah kenapa, hari ini di Pulau itu tengah dilangsungkan pemotretan untuk pasangan yang sedang mengambil foto prewed. Juga tiba-tiba saja banyak orang di situ sedang asik ber-harlem shake  ria. Benar – benar ribut sekali… >.<

Beras Basah... :D

Harusnya itu Beras Basah… Huruf A dan H -nya menghilang entah kemana… -.-

Dan akhirnya daripada tergoda untuk ikut latah menari, saya putuskan untuk berjalan menyusuri pantai mengitari Beras Basah. Mencari terumbu karang. Berfoto dengan Patrick (baca : bintang laut). Juga menjadi juri lomba lari spesiesnya Mr. Crab (kepiting yaaa… #ehh). Bertemu sekumpulan anak – anak pantai yang sedang mencari binatang laut (aiiihhh… apa tadi, aku lupa namanya) dan mencoba ekstrim kuliner. Kata anak – anak itu, binatang laut yang mereka dapat bisa langsung dimakan. Bulat berduri – duri mirip seperti bulu babi, namun warnanya coklat. Ketika dibuka, di bagian cangkangnya terdapat sesuatu seperti kuning telur. Karena saya penasaran, saya meminta teman saya yang ikut berpetualang mencicipi binatang tersebut. Hahaha… Maaf ya kawan, anda saya jadikan korban. Sebenarnya saya sendiri ingin mencicipnya. Tetapi saya benar – benar tidak tega dengan lidah saya nanti jika terjadi apa – apa. ^^v… Asin katanya… Hihihi… Dan setelah kita agak jauh dari mereka (anak – anak pantai tadi), teman saya bilang kalu dia sebenarnya pengin muntah. Uppsss… Sorryyy… 😀

Rasanya nyaman sekali mengitari separuh Pulau mini tersebut. Namun ketika kita sampai di sisi lainnya, rasanya pengin cepat – cepat kembali ke tempat di mana kta tadi berteduh. Ternyata di sisi sebelah Pulau ini pasirnya panas sekaliiii. Pantas saja dari tadi saya perhatikan tidak ada pengunjung yang bermain – main di sana. Ternyata…..

Tak ketinggalan juga tadi saya mencoba floating fish karena bujukan teman – teman yang ternyata amat sangat manjur sekali (iya benar, floating fish. Fishnya tidak terbang, tapi cuma terapung ditarik sama speedboat…. -.-). Juga tak ketinggalan untuk mengabadikan gambar untuk saya pajang di blog yang dari kemarin beraura sendu ini. ^^

Beras Basah… Pulau yang cantik. Mungkin akan lebih cantik lagi jika setiap orang yang datang tidak hanya menikmatinya, lalu pulang meninggalkan sampah bertebaran diman-mana. Mungkin akan lebih cantik lagi jika para penikmat yang berkunjung ke sana ikut menjaga dan merawatnya. Ahhh… Selalu begitu. Mungkin budaya, atau kesadaran diri yang harus terus dikoar – koarkan. Uppss… Saya juga merasa tersindir sendiri. Hihihi…

Selamat tinggal Beras Basah. Semoga ada kesempatan lain untuk bisa mengunjungimu lagi. 🙂

Patrick... :D

Main – main sama Patrick

Cari Mr. Crab

Manjadi juri lomba lari spesies Mr. Crab… >.<

Bersama anak - anak pantai

Bersama anak – anak pantai… 🙂

Ekstrim Kuliner

Ekstrim Kuliner… >.<

 

Undefinied #2

Mentari tak kenal ampun membakar bumi. Seolah membalaskan dendam langit hari-hari kemarin yang selalu muram tertutup awan…

Beras basah menemaniku menghabiskan gundah siang ini. Sebuah pulau kecil nan indah yang menjadi pesona lain dari  alam Borneo…

Semilir angin membuat nuansa lain terbangun. Tak sama seperti nuansa yang sering manghampiriku di rumah.. Pun di tempat-tempat lain.

Jauh seperti yang kuharapakan. Tak ada sepi… Tak hadir senyap…

Beras Basah ternyata mampu menarik peminatnya sendiri. Ohh iya, lupa. Bukan hanya aku saja yang menikmati liburan ternyata. Mereka berduyun-duyun memenuhi pulau kecil nan cantik ini. Tak rela membiarkanku memonopolinya sendiri…

Aaahhh.. Andai saja hanya aku yang berada di sini….