Hati yang tersenyum

Mata itu berbicara.
Pandangan itu mengatakan segalanya.
Senyum itu… Menguraikan apa yang tak mampu terucapkan.
Sederhana… Namun, terlalu rumit jika harus dijabarkannya, untuk bisa membuatmu benar-benar percaya.

Bahasa yang terbatas.
Yang hanya bisa dipahami oleh hati-hati yang mau mengerti.
Yang hanya bisa dieja oleh jiwa-jiwa yang mau menerima.
Yang hanya bisa dibalas oleh rasa yang berkata sama
Oleh detak yang berirama senada.
Oleh senyum yang menjawab tanpa harus bersuara.

Memancarlah cahaya-cahaya itu
Hadir dari rona merah rupa yang tersenyum malu.
Bahkan ketika seluruh wajah harus rela tertutup sutera
Letupan emosi pun masih menyala dari binar mata,
seperti anak panah yang hebat melesat dari busurnya.

Apakah kau lihat senyum hati itu?
Melangkah anggun dengan hentakan merdu.
Mengetuk pintu, mencoba untuk menyapamu. 

Hati yang tersenyum

Better

Angin itu membawa mendung yang telah lama menaungi. Kilat petir yang terus menerus menyambar mulai berkurang seiring berlalunya awan negatif yang cukup lama “menahtakan diri”. Lalu setitik mentari harapan pun mulai berupaya untuk mampu bersinar bangkit kembali. Dan “sedikit lebih baik” membuat banker anti radiasi emosi tak diperlukan lagi untuk dijadikan tempat mengamankan diri menghindari bias negatif dari ego yang tidak terkendali. Ahhh, berlebihan.

Bukan bermaksud merayakan sebuah moment yang bernuansa kesedihan. Namun dari itu lebih banyak kebaikan yang bisa dijadikan pelajaran untuk bisa bersama-sama sampai pada sebuah tujuan. Lebih banyak keceriaan yang bisa terwujudkan ketika tak ada kewajiban menjaga dua hati dalam waktu bersamaan. Paling tidak, inilah yang bisa dirasakan untuk sekejap waktu yang tiba-tiba saja begitu cepat berlalu.

Pun untuk sesosok pribadi yang masih tersisa. Sebuah keadaan menjadi latar untuk membuktikan dua jalan pikiran yang ternyata sama. Hingga akhirnya lebih banyak lagi awan yang berarak pergi menyisakan ruang untuk merasakan hangatnya sinar sang surya.

Thanks God. Semoga ini tidak menjadikan lalai untuk terus berbenah diri. Semoga ini membuka jalan untuk setiap niat dan usaha melaksanakan tugas yang telah diwajibkan kepada kami. Semoga lebih baik dan lebih baik lagi menjadi motivasi bagi kami untuk selalu bersemangat menyambut bergantinya hari.