Apakah kita sudah memintanya?

Sekali lagi merasakan ‘heartbreaking moment’ yang benar-benar membuat saya merubah persepsi bahwa sekedar ‘menjaga jarak’ untuk tidak terlibat konflik itu tidak cukup. Sekedar berada di ‘zona aman’ dan tidak memulai perdebatan itu tidak mudah. Kenapa? Ah, entahlah. Dunia memang tidak seramah yang kau kira, kawan.

Hahaha… Lucu. Dulu saya kira hanya orang-orang yang berpikiran negatif saja yang bisa menyampaikan kalimat terakhir di atas. Hingga perlahan mulai menerima bahwa orang berhati dengki itu memang ada. Namun sekarang saya sadar (lebih tepatnya disadarkan)  bahwa dunia ini tidak hanya dihuni oleh peri dan malaikat, akan tetapi juga setan dan iblis yang (terkadang difitnah oleh manusia) suka sekali memecah belah, menghancurkan hubungan dan membuat manusia saling mencaci maki. Begini ya ternyata hidup di zaman yang telah dikabarkan sebagai zaman penuh akan fitnah. Naudzubillah… 

Saya tahu setahu-tahunya bahwa di setiap jengkal langkah yang kita ambil akan disertai dengan akibat. Baik itu langkah ke arah yang benar maupun yang salah, langkah ke tempat yang baik atupun yang buruk, segalanya akan mendapat respon yang tak akan pernah kita duga. Dan kita HARUS SIAP dengan segala apapun itu. Hahaha… Jadi yang kemarin itu sepertinya saya tidak siap. Oke, pelajaran baru.

Yang saya pengen tau sebenarnya adalah, apakah setiap manusia itu sadar bahwa mereka sedang (atau habis) digoda oleh syaitan? Pikiran ini muncul setelah saya melihat salah satu chanel di TV yang menayangkan acara religi dan disitu terdapat kata-kata bahwa ‘hati yang terbuka itu hanyalah atas kehendak Allah’, ‘hidayah itu datang hanya karena Allah yang memberikan’. Jadi, itulah jawaban dari pertanyaan yang sering kita dengar : “Kenapa seseorang bisa sampai tidak sadar bahwa ia telah berbuat mungkar kepada makhluk yang sama dari mana dia berasal? Yang sama-sama diciptakan oleh Dzat Yang Maha Tunggal.” Lalu yang bisa kita lakukan sebagai manusia adalah bertanya kepada diri sendiri, jauh ke dalam lubuk hati yang dalamnya pun tak pernah kita ketahui, dan pertanyaan itu apakah kita sudah meminta? Apakah kita pernah memohon untuk diberikan hidayah olehNya?

Mari kita tutup mata sejenak, mari kita jernihkan pikiran sesaat dan bertanyalah pada diri sendiri lalu jawablah DENGAN JUJUR apakah kita menginginkan hidayah itu hadir dalam hidup?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s