Teringat dirimu

Hai cantik, apa kabar?? Wah, seberapa lama sih tak bersama denganmu. Sampai-sampai keadaanmu pun, aku tak tahu. Kebangetan yaa..?!

Waktu memang tak bisa kita tarik mundur ke belakang, tapi keadaan bisa kita usahakan kok. Membuat itu layaknya kisah abadi yang akan indah untuk selamanya. Yang akan kita kenang saat kita tua nanti. Dan dengan bangga kuceritakan bahwa aku pernah punya seseorang yang sangat berarti sepertimu…

Saat ini, rasanya sulit sekali mencuri-curi waktu untukku bisa bersamamu. Ya, hanya bersamamu. Sekedar meluangkan barang satu menit untuk duduk berdua di lobi gedung dan berkisah tentang suasana hati satu sama lain. Ikut merasakan kebahagiaan, kecewa dan sedih yang sering kita bagi, dulu.

Mungkin kemarin-kemarin terlihat sedikit jarak antara kita.. Benar begitu? Mungkin karena aku yang dengan sengaja sedikit menjauh darimu. Karena, yaahh… Sepertinya aku menyerah untukmu. Beberapa tawaranku untuk sedikit meluangkan waktu bersama yang tak pernah kau tanggapi dengan hangat. Ego yang membuatku menyerah untuk bisa merajut lagi benang-benang persahabatan yang aus dimakan waktu. Hingga sekarang, nyamannya berbagi cerita denganmu tak pernah aku rasakan lagi. Dan mungkin kau pun juga begitu.

Hampir saja air mataku menetes saat ku tulis omong kosong ini. Berharap ini adalah karangan imajinasiku hanya untuk mengisi rubrik remaja di sebuah majalah. Namun nyatanya tidak begitu…

Beberapa saat terakhir, kunikmati lagi kesempatan bersamamu. Namun tetap tak sehangat dulu. Hanya harapan yang selalu bisa kusisipkan di akhir tulisan-tulisan seperti ini. Bahwa tak akan ada yang lebih buruk. Atau mungkin bisa lebih baik lagi… 🙂